Terpejam mata
di hangat selimut nyawa.
Mengatup lelah
di sela hening empuk lemas.
Lalu berlipat tamat
putih perkamen hidup berkesudahan.
Berkesudahan.
Terpejam mata
di hangat selimut nyawa.
Mengatup lelah
di sela hening empuk lemas.
Lalu berlipat tamat
putih perkamen hidup berkesudahan.
Berkesudahan.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
berkesudahan…
dalam sekali kata terakhir itu
Komentar oleh artja — Januari 8, 2008 @ 9:39 am