Seringan Udara

Juli 17, 2008

Aku Tidak Ingin Pulang

Diarsipkan di bawah: puisi — Tag: — qintha @ 1:55 pm

Aku ingin puisiku bernafas

dalam gubuk-gubuk penuh asap

bertiang lelehan tulangmu

.

saat ia dibacakan antara

pekik liar api emosi

dan dentum-dentum kelelahan ototmu

.

yang mereka tak tahu maknanya

seperti gubuk-gubuk itu dibakar

beriring keinginanku

.

untuk pergi jauh…

…dari rumah

copyright

Mei 3, 2008

Masalah

Diarsipkan di bawah: puisi — qintha @ 1:32 pm

aku bertransformasi

menjadi kumpulan belulang yang membosankan

seakan dunia dengan satu wajah

merapatkan kehendak dibawah saatu titah.

Aku Lelah.

Februari 17, 2008

SKS

Diarsipkan di bawah: puisi — qintha @ 1:40 pm

terduduk di tengah jendela-jendela dunia,

.

memijat pelan dahi yang menegang

.

dengan  jantung kehilangan irama yang seharusnya,

tukakku mengencang,

.

KIAMAT! minggu ujian segera datang!!

Februari 16, 2008

Dua puluh menit selepas adzan

Diarsipkan di bawah: puisi — qintha @ 2:22 pm

Dua puluh menit selepas adzan…

Melengking suara, berang kata-kata, kusut kendali,

Membulat mata, berlari nafas, naik-turun dada,

Meliar emosi.

Frustasi.

antara aku dan bunda.

Januari 5, 2008

Tidur

Diarsipkan di bawah: puisi — qintha @ 5:36 pm

Terpejam mata

di hangat selimut nyawa.

Mengatup lelah

di sela hening empuk lemas.

Lalu berlipat tamat

putih perkamen hidup berkesudahan.

Berkesudahan.

Di Alas Kakimu

Diarsipkan di bawah: puisi — Tag: — qintha @ 9:50 am

Di alas kakimu,

kau temukan aku.

-

Tak ikut larut bersama jejak tapak yang mengering.

-

Menunggu,

sebagai gumulan debu yang basah,

di balik seluruh alas kakimu.

Blog pada WordPress.com.