Seringan Udara

Oktober 1, 2009

Menulis

Filed under: Menulis — Tag: — qintha @ 8:23 am

Saya melahirkan tulisan lagi. Entah setelah berapa lama. Akhirnya sekarang, saya memutuskan untuk kembali ke sini. Merapatkan huruf-huruf menjadi kata, dan memberi spasi antara kata agar terbaca, lalu memberi titik di ujungnya untuk menjadi kalimat.

Menulis. ternyata saya memang tidak bisa berhenti.

copyright

Juni 21, 2009

Putus Malam

Filed under: Tak Berkategori — qintha @ 1:08 pm

Kuredupkan langitku

Kuselimutkan awan-awan hitam

Bernoda bintang nyaris tak tampak

dalam malam

di saat takdir kita berhenti berfriksi..

Juli 17, 2008

Gersang Berbusa

Filed under: Tak Berkategori — qintha @ 2:00 pm

Kita adalah cinta yang gersang…
Terganyang matahari yang sama membungkus ilalang menuju kehausan..

Kita terjebak dalam cinta yang menyesakkan…
Layaknya persetubuhan alveoli dengan harum lavender yang hangus terbakar..

Sekaratlah.
Meniru busa.
Mengambang,
lalu tenggelam.
*Bedry Qintha, 2 Januari 2008*
Kuibaratkan langit yang gersang berbusa.

Aku Tidak Ingin Pulang

Filed under: puisi — Tag: — qintha @ 1:55 pm

Aku ingin puisiku bernafas

dalam gubuk-gubuk penuh asap

bertiang lelehan tulangmu

.

saat ia dibacakan antara

pekik liar api emosi

dan dentum-dentum kelelahan ototmu

.

yang mereka tak tahu maknanya

seperti gubuk-gubuk itu dibakar

beriring keinginanku

.

untuk pergi jauh…

…dari rumah

copyright

Mei 3, 2008

Masalah

Filed under: puisi — qintha @ 1:32 pm

aku bertransformasi

menjadi kumpulan belulang yang membosankan

seakan dunia dengan satu wajah

merapatkan kehendak dibawah saatu titah.

Aku Lelah.

Februari 17, 2008

SKS

Filed under: puisi — qintha @ 1:40 pm

terduduk di tengah jendela-jendela dunia,

.

memijat pelan dahi yang menegang

.

dengan  jantung kehilangan irama yang seharusnya,

tukakku mengencang,

.

KIAMAT! minggu ujian segera datang!!

Februari 16, 2008

Dua puluh menit selepas adzan

Filed under: puisi — qintha @ 2:22 pm

Dua puluh menit selepas adzan…

Melengking suara, berang kata-kata, kusut kendali,

Membulat mata, berlari nafas, naik-turun dada,

Meliar emosi.

Frustasi.

antara aku dan bunda.

Januari 5, 2008

Tidur

Filed under: puisi — qintha @ 5:36 pm

Terpejam mata

di hangat selimut nyawa.

Mengatup lelah

di sela hening empuk lemas.

Lalu berlipat tamat

putih perkamen hidup berkesudahan.

Berkesudahan.

Di Alas Kakimu

Filed under: puisi — Tag: — qintha @ 9:50 am

Di alas kakimu,

kau temukan aku.

Tak ikut larut bersama jejak tapak yang mengering.

Menunggu,

sebagai gumulan debu yang basah,

di balik seluruh alas kakimu.

Blog di WordPress.com.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.