Seringan Udara

Februari 16, 2008

Dua puluh menit selepas adzan

Filed under: puisi — qintha @ 2:22 pm

Dua puluh menit selepas adzan…

Melengking suara, berang kata-kata, kusut kendali,

Membulat mata, berlari nafas, naik-turun dada,

Meliar emosi.

Frustasi.

antara aku dan bunda.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: